Sabtu, 08 April 2023

Why is logistics cost in Indonesia relatively expensive?

Indonesia is the fourth most populous country in the world and has a powerful economy. However, the cost of logistics is significantly higher in Indonesia compared to other developed countries. There are several reasons behind the high logistics costs in Indonesia, and some of the most crucial reasons are given below. 

Infrastructure deficit
The absence of adequate infrastructure in Indonesia is one of the primary reasons for high logistics costs. With more than 17,000 islands, Indonesia faces unique logistical challenges that require sophisticated transportation modes, including sea, air, and land. Unfortunately, many areas lack well-built and well-maintained infrastructure that can handle the modern transportation system. Although the Indonesian government has invested heavily in infrastructure development, it is still not sufficient to support the country's logistics needs. 

Inefficient customs clearance procedures
Another major factor that contributes to high logistics costs in Indonesia is inefficient customs procedures. Goods coming into the country are heavily scrutinized, causing significant delays and additional costs that are passed on to consumers. The need for multiple permits and licenses to clear shipments further adds to the time and expense involved in the distribution of goods. 

Inconsistent regulatory environment
Indonesia has a highly complex regulatory environment, which makes it extremely difficult for logistics companies to operate efficiently. The regulations are constantly changing, and this leads to confusion and inconsistency. In some cases, logistics companies may face regulatory barriers that are difficult to overcome, making it challenging to manage the entire supply chain process and driving up costs accordingly. 

High fuel prices and congestion 
Indonesia has one of the highest fuel prices in the region, which means that transportation costs are also high. Fuel price rises also put pressure on logistics companies, who have to find ways to offset increasing fuel prices' impact on their bottom line. Additionally, traffic congestion in major cities is a significant issue that impairs supply chain efficiency, as vehicles carry fewer goods and take longer routes to reach their destination. 


In conclusion, Logistics plays a vital role in the success of any economy, and Indonesia is no exception. The country's high logistics costs have a significant impact on its competitiveness, making it difficult for businesses to grow and succeed. The government must acknowledge and address these issues if they hope to create an environment in which logistics costs are more manageable, and supply chains can operate efficiently. Implementing better infrastructure, streamlining customs clearance, simplifying the regulatory environment, and reducing traffic congestion and fuel prices are just a few ways to achieve this goal. By doing so, Indonesia can improve its logistics system and support both the domestic and international trade, which is essential for the economy's growth and development.

Senin, 28 November 2022

studi kasus kawasan minapolitan - Narantaka (2203855) - Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Serang

• Identifikasi

Minapolitan berasal dari kata MINA dan POLITAN. Mina artinya = ikan dan politan ARTINYA = kawasan.

KAWASAN AGROPOLITAN : Menurut UU Penataan Ruang No 26/2007, didefinisikan sebagai kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumberdaya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agribisnis.

KAWASAN MINAPOLITAN berdasarkan turunan kawasan Agropolitan : adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi perikanan dan pengeloaan sumberdaya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem minabisnis.


Batasan Istilah dan Konsepsi Minapolitan

* Sentra pengembangan adalah suatu hamparan komoditas perikanan berskala ekonomi di suatu wilayah minaekosistem, dimana wilayah tersebut dilengkapi dengan sarana prasarana yang dibutuhkan, kelembagaan, pengolahan/pemasaran, dan sektor lain yang menunjang perkembangan dari sentra komoditas tersebut.

* Masterplan adalah rencana induk multi tahun komoditas ikan hias di kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, kegiatannya meliputi komoditas unggulan dan komoditas penunjangnya serta pembangunan kegiatan lainnya yang serasi dan dibutuhkan sehingga pembangunan minaekosistem dengan komoditas unggulannya akan dapat mencapai sasaran, yaitu kesejahteraan pembudidaya dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

* Kawasan minapolitan (berdasarkan turunan dari kawasan agropolitan) adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi perikanan dan pengelolaan sumberdaya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dari hierarki keruangan satuan sistem pemukiman dan sistem minabisis. Minapolitan/agropolitan menurut Friedman dan Douglass (1985) adalah aktivitas pembangunan yang terkonsentrasi di wilayah pedesaan denga jumlah penduduk antara 50.000 jiwa sampai dengan 150.000 jiwa.

* Komoditas andalan adalah sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan atau dikembangkan disuatu wilayah Kabupaten berdasarkan analisis kesesuaian aquaekologi (air, tanah dan iklim).

* Komoditas unggulan (misalnya ikan hias) adalah salah satu komoditas andalan yang paling menguntungkan untuk diusahakan di suatu wilayah yang mempunyai prospek pasar dan peningkatan pendapatan/kesejahteraan pembudidaya ikan dan keluarga serta mempunyai potensi sumberdaya lahan yang cukup besar.

* Komoditas penunjang adalah komoditas-komoditas lain yang dapat dipadukan pengusahaannya dengan komoditas pokok (unggulan) yang dikembangkan di suatu lokasi atau sentra komoditas unggulan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya (lahan, tenaga kerja, sarana/prasarana) dan peningkatan pendapatan pembudidaya ikan melalui peningkatan produksi maupun keterpaduan pengusahaannya akan meningkatkan efisiensi/saling memanfaatkan

* Minabisnis merupakan suatu kegiatan penanganan komoditas secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir (pengadaan dan penyaluran minainput, proses produksi, pengolahan, dan pemasaran).


• Abstrak

penulisan artikel ini adalah karena ketertarikan penulis untuk mengetahui pelaksanaan kolaborasi dalam pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap di Desa Karangsong. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kolaborasi dalam pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap Desa Karangsong Kabupaten Indramayu belum berjalan dengan baik. Metode yang digunakan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada teori kolaborasi dari Huxham dan Vangen (1996) yang mengemukakan 6 dimensi agar kolaborasi dapat berjalan dengan baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dimensi pelaksanaan kolaborasi yang baik belum mampu dipenuhi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap Desa Karangsong. Agar kolaborasi dalam pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap Desa Karangsong dapat berjalan dengan baik diperlukan peningkatan dalam berbagai aspek yaitu diantaranya meningkatkan komunikasi yang baik antar pihak-pihak yang terlibat dan juga melakukan peningkatan dalam hal pembangunan dan pengembangan sarana-prasarana penunjang minapolitan perikanan tangkap. Selain itu agar kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik diperlukan adanya SOP Mekanisme Pembangunan dan Pengembangan Perikanan Tangkap Desa Karangsong Kabupaten Indramayu


• Deskripsi Bagian

• tantangan yang dihadapi saat akan dibangun

perikanan tangkap Desa Karangsong masih belum terlaksana dengan baik sesuai yang dikemukakan pada teori kolaborasi dari Huxham dan Vangen, masih ada kendala-kendala yang membuat pelaksanaan kolaborasin ini belum bisa berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan belum bisa memenuhi tujuan yang diinginkan bersama, proses kompromi dalam pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap Desa Karangsong sudah dilakukan walaupun belum secara optimal. Komunikasi yang terjalin antar pihak yang terlibat belum berjalan secara efektif. Hal ini didukung dengan masih adanya miss atau singgungan-singgungan yang terjadi antara pihak yang terkait dan adanya perbedaan kepentingan. Komunikasi juga dilihat dari diadakannya kegiatan rapat yang dilakukan masih oleh pihak yang berkolaborasi. Kegiatan rapat yang dilakukan masih kurang, karena intensitas rapat dari tahun ke tahun semakin jarang dan melemah. kemudian dalam hal komitmen, masih lemahnya dukungan komitmen dari pemerintah terkait pengembangan kawasan minapolitan Karangsong ini hal ini dibuktikan dengan tidak adanya SOP Mekanisme pembangunan dan Pengembangan Perikanan Tangkap Desa Karangsong Kabupaten Indramayu yang mengakibatkan mekanisme kerja Tim POKJA Minapolitan Kabupaten Indramayu tidak mempunyai pegangan yang terarah. Kemudian peraturan daerah yang berkaitan dengan pembangunan kawasan minapolitan belum pernah dibuat oleh Pemerintah KabupatenI ndramayu merupakan wujud lemahnya komitmen.

• Tantangan yang dihadapi saat sudah dibangun

komposisi pekerjaan masyarakat terdiri dari nelayan tetap, sambilan dan mendatang. Dimana tingkat perkembangan nelayan pendatang lebih mendominasi dibanding yang lain. Untuk kegiatan penangkapan ikan bagi nelayan Karangsong dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya permodalan, musim tangkapan, daerah tangkapan nelayan dan jenis armada yang digunakan

Hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di PPI Karangsong terdiri dari jenis ikan besar dan ikan kecil, diantara jenis ikan tersebut terdapat komoditas ekspor. Kontinuitas hasil tangkapan nelayan setiap bulannya cukup stabil.

Potensi dan Kendala Kegiatan Perikanan :

1. Adanya sarana alat tangkap berupa armada kapal motor dan perlengkapan alat tangkap

lainnya dengan jumlah yang sangat memadai menunjukkan kemampuan dalam upaya

melakukan penangkapan ikan di lautan lepas.

2. Adanya fasilitas PPI Karangsong yang terus dikembangkan, menjadi potensi yang baik

dalam pengembangan kegiatan perikanan dengan terus melakukan upaya agar transaksi

berlangsung di TPI Karangsong.

3. Adanya peran KPL Mina Sumitra sebagai pengelola PPI Karangsong, tergolong sudah

memadai dalam upaya pengelolaan PPI Karangsong dan memfasilitasi penjualan ikan

melalui proses pelelangan.

4. Adanya budaya di sekitar masyarakat PPI Karangsong, bahwa profesi nelayan

berlangsung secara turun temurun, hal ini menjadi potensi pengembangan kegiatan

perikanan.


Adapun yang menjadi kendala diindikasikan sebagai berikut:

1. Mahalnya operasional kegiatan penangkapan ikan semenjak meningkatnya harga solar dipasaran, mengakibatkan sebagian nelayan Karangsong meng-gunakan

minyak tanah, namun seiring dengan adanya pembatasan minyak tanah oleh

pemerintah, maka penjualan minyak tanah dipasaran juga mengalami kelangkaan dan sulit untuk mencarinya.

2. Adanya kerjasama permodalan antara nelayan pencari ikan dan pemilik modal

(juragan) cenderung merugikan pendapatan nelayan dalam sistem bagi hasil.

3. Adanya transaksi penjualan ikan di luar TPI Karangsong yang pada akhirnya

akan mengurangi pemasukan bagi TPI dan pemerintah.

4. Kondisi fasilitas jalan lingkungan sekitar pelabuhan dan TPI Karangsong mengalami kerusakan dan sebagian berlubang pada jalan tanah berbatu.

• Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan, perencanaan strategi pengembangan kawasan minapolitan pada Desa karangsong diidentifikasi dengan mandat dalam membangun komitmen diantara stakeholder sebagai kunci untuk prioritas yang penting dalam mengatur pemberian pertanggungjawaban pada pihak yang memiliki wewenang dalam minapolitan.

Proses Perencanaan pengembangan kawasan minapolitan ini juga didukung oleh peran stakeholder yang mana berperan sebagai penentu kebijakan dan pengambilan keputusan dengan berkoordinasi bersama Bappeda yang juga memberikan fasilitas cukup memadai yang dibutuhkan oleh kelompok sasaran pengembang kawasan minapolitan. Fasilitator yang diberikan dinas perikanan juga membantu para pembudidaya dalam menyediakan sarana prasarana serta bantuan baik dengan bentuk bantuan ataupun pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pembudidaya dalam bentuk bantuan

Senin, 23 Desember 2019

Chord kunci gitar Celine Dion mudah - My heart Will go on

Chord Kunci Gitar Celine Dion - My Heart Will Go On

Intro : Am G F G
        Am G F G

C               G
Every night in my dreams
   F         C    G
I see you I feel you
C              G          F  G
that is how I know you go on..

C               G
Far across the distance
    F         C    G
and spaces between us
C                 G          F  G
you have come to show you go on..

Reff:
  Am    G       F          G
  Near..far..wherever you are
        Am             G           F   G
  I believe that the heart does go on..
  Am     G       F         G
  Once more..you open the door
               Am          G
  and you're here in my heart and
        F          G      Am  G F G
  my heart will go on and on..

C                  G
Love can touch us one time
     F         C    G
and last for life time
C             G               F  G
and never let go till we're gone...
C                 G
Love was when I loved you
     F            C   G
one true time I hold to
C                 G        F  G
In my life we'll always go on..

Reff:
  Am    G       F          G
  Near..far..wherever you are
        Am             G           F   G
  I believe that the heart does go on..
  Am     G       F         G
  Once more..you open the door
               Am          G
  and you're here in my heart and
        F          G      Am  G F G
  my heart will go on and on..

Musik: Am G F G

C#m      B           A          B
You're hear there's nothing I fear
        C#m          B            A  B
and I know that my heart will go on..
C#m     B     A          B
We'll stay forever this way
         C#m          B
You are safe in my heart and
     A           B     C#m B A C#m B A C#m
my heart will go on and on...

Outro: B A E B A E